2.7K
Kamu berpikir inilah saat yang tepat untuk menikah. Tapi, apakah kamu yakin kamu tidak memiliki alasan yang salah?

Seiring bertambahnya usia seseorang, pastilah tuntutan untuk menikah akan terus datang –baik secara langsung, maupun tidak langsung, dari berbagai pihak. Apalagi, jika kamu dinilai sudah mandiri secara finansial, dan sudah waktunya untuk membangun rumah tangga. Mungkin kamu akan melihat bahwa teman-temanmu tengah melepas masa lajangnya satu per satu, kemudian kamu berpikir inilah saat yang tepat pula untuk kamu akhirnya menikah.

Tapi, awas RulaWoman, sebab sebelum memilih keputusan penting tersebut, tentu kamu harus yakin dulu apa alasanmu yang sebenarnya –mengapa kamu memilih menikah? Sebab bisa saja kamu ternyata menikah untuk alasan yang salah! Sebab menikah adalah perjalanan seumur hidup, yang akan kamu lalui bersama pasangan hidupmu. Selain perlu memastikan bahwa si dia adalah orang yang tepat, kamu juga perlu menghindarkan diri dari alasan-alasan yang salah, seperti di bawah ini!

Photo Credit: Pexels

1. Usia

Mungkin ada banyak sekali orang-orang di sekitar kita yang bisa menjadi contoh dari poin ini, menikah karena ‘dikejar’ usia yang sudah semakin bertambah. Sayangnya, ini bukanlah alasan yang tepat untuk memulai sebuah pernikahan, RulaWoman. Kamu mungkin hanya fokus pada usiamu dan bagaimana pandangan orang nantinya, tapi dengan mengatasinya melalui sebuah pernikahan, kamu baru saja mempertaruhkan masa depan serta kebahagiaanmu sendiri! Think twice.

2. Tuntutan/tekanan dari orangtua

Orangtua mungkin sudah mulai member kode bahwa mereka ingin sekali punya cucu, sementara kamu pun belum kunjung menikah. Bagi RulaWoman yang sudah punya kekasih, mungkin ini bukanlah hal yang besar. Kalian bisa mulai membicarakannya pelan-pelan, siap atau tidaknya kalian menikah dalam waktu dekat. Tapi, bagi kamu yang masih single, jangan sampai tuntutan ini membuat hidupmu menjadi tidak tenang dan malah akhirnya salah pilih pasangan ya, RulaWoman!

3. Ingin menyelamatkan reputasi diri di hadapan keluarga

Mungkin posisimu sebagai anak paling tua jadi ‘menghalangi’ adik-adik yang sudah ingin menikah dengan pasangannya masing-masing. Sebagian orang percaya, bahwa anak yang lebih muda tidak boleh menikah terlebih dahulu dan melangkahi kakak-kakaknya. Ada mitos tertentu mengenai hal ini yang mungkin juga hidup dan berkembang di dalam keluarga besarmu. Kamu kemungkinan besar akan berpikir bahwa solusi paling aman adalah kamu menikah saja. Big No, RulaWoman! Menyelematkan reputasi diri di hadapan keluarga seperti ini bukanlah alasan bagus untuk menikah. Kamu akan jadi sangat terburu-buru, dan tidak bisa berpikir jernih.

Photo Credit: Pexels

4. Karena teman-teman sekitarmu sudah menikah

Undangan-undangan cantik mulai mendarat di meja kantor? Teman-teman lama mulai mengundangmu ke pernikahan mereka? Dan sedikit banyak, kamu tergoda juga untuk memikirkan pernikahan. Bagaimana kelak kamu akan menikah? Dengan siapa? Apa tidak sebaiknya mencari jodoh sedari sekarang, daripada terlambat menikah? Tidak, RulaWoman. Tidak ada kata terlambat untuk memulai hal baik. Menikah seharusnya menjadi salah satu hal yang terbaik dalam hidupmu, dan jangan sampai kamu memutuskan untuk menikah karena ingin menyusul teman-temanmu yang sudah terlebih dulu menjadi istri seseorang. Sebab kehidupan kalian pastinya berbeda, dan keputusan dalam hidup mereka tidak bisa mentah-mentah kamu terapkan pula dalam kehidupanmu.

Photo Credit: Pexels

5. Ingin memiliki anak

Memiliki anak memang sesuatu yang baik dan menyenangkan dalam sebuah pernikahan. Siapa, sih, yang nggak bahagia kalau punya anak yang cantik, ganteng, serta lucu? Semua orang pasti menginginkan yang terbaik. Tapi jangan sesekali kamu memutuskan untuk menikah hanya karena ingin memiliki seorang anak. Kehidupan setelah menikah tidak sesederhana itu, RulaWoman. Banyak hal selain keturunan yang harus kamu pikirkan dalam sebuah pernikahan.

6. Seks

Apalagi poin berikut ini! Jangan pula sesekali kamu menikah agar bisa lebih leluasa dalam berhubungan seks. Sudah seharusnya pernikahan menjadi sesuatu yang tujuannya mulia, tidak hanya karena seks semata.

Photo Credit: Pexels

7. Tidak tahan berada dalam status single lebih lama lagi

Saat melihat teman-teman yang lain sudah sibuk bersama suami dan anak tercintanya, terkadang akan membuatmu merasa kesepian. Kamu merasa juga membutuhkan seseorang sebagai tempat berbagi dan hidup bersama. Namun bukan berarti, rasa sepi menjadi alasanmu untuk membentuk sebuah keluarga baru, karena belum tentu setelah menikah nanti kamu takkan kesepian lagi, bukan? Siapa yang tahu?

8. Dijodohkan keluarga

Kamu sudah semakin dewasa, dan belum juga memilih pasangan hidup. Keluargamu –terutama orangtua, kemudian merasa khawatir dan ingin menjodohkanmu dengan salah satu anak dari kerabat mereka. Jangan salah, RulaWoman, menyenangkan orangtua itu memang wajib, tapi tak berarti kamu harus mengorbankan kehidupanmu melalui pernikahan yang terjadi karena perjodohan –apalagi ketika kamu tidak terlalu mengenal, bahkan merasa tidak cocok dengan calon yang diberikan untukmu. Latih dirimu untuk terbiasa mengemukakan pendapat, juga keinginanmu sendiri. Jika kamu tidak merasa nyaman dengan perjodohan, tak ada salahnya kok diungkapkan.

9. Ingin terbebas dari rumah

Tidak semua anak memiliki hubungan baik dan akrab dengan keluarga mereka di rumah. Beberapa di antaranya mungkin merasa tertekan dan ingin sekali mengakhiri segalanya dengan menikah. Setidaknya, setelah menikah, kamu akan dibawa keluar oleh pasanganmu, kemudian hidup berdua saja di kediaman yang baru. Tapi apakah kamu benar-benar mencintai pasangan hidupmu? Itulah pertanyaan besar yang harus kamu tahu jawabannya, sebelum memutuskan untuk menikah kelak. Sebab terbebas dari kekangan orangtua dan keluarga besar seharusnya bukan merupakan salah satu alasan untuk kamu memutuskan menikah sesegera mungkin! Masih banyak cara lain untuk bisa melepaskan diri dan hidup secara independen, RulaWoman. Mencari beasiswa di luar negeri misalnya, atau menyewa rumah mungil dari gajimu sendiri juga tak ada salahnya.


Jangan sampai tujuan menikahmu menjadi tujuan yang salah, RulaWoman. Sebab menikah hendaknya menjadi prosesi sekali seumur hidup, dan juga pastikan kamu menjalaninya bersama pasangan yang tepat. Tak perlu sempurna –asal kamu merasa nyaman, he is the one. Pun tidak perlu mencemaskan bagaimana tanggapan orang lain di luar sana, sebab ini hidupmu dan kamu berhak memilih hal-hal yang baik untuk kelangsungan hidupmu sendiri.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Yakin Sudah Siap Menikah? RulaWoman, Inilah 9 Alasan Yang Salah Kenapa Kamu Harus Menikah". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Mput | @petronelaputri

a weird woman who love an adventure more than the flowers bouquet // sometime blogging // enjoy her random life

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar