7 Olahan Belut Ini, Cocok Buat List Favorit Kamu Loh !

Olahan Belut

Belut merupakan jenis ikan air tawar yang salah satu jenisnya dapat ditemui di sawah. Sekilas belut memiliki tampilan mirip ular yang menggelikan. Di balik tampilannya yang kurang menarik, belut banyak diolah sebagai makanan lezat.

Rasa ikan belut yang gurih dan manfaatnya yang luar biasa menyebabkan hewan licin ini sangat menggiurkan untuk dibisniskan. Baik untuk obyek konsumsi seperti di warung dan restoran, ataupun target medis, permintaan akan hewan belut ini terus meninggi. Belut juga kaya nutrisi seperti protein, zat besi dan vitamin. Rasa dagingnya yang gurih juga menjadi favorit banyak orang.

Kalau umumnya belut diolah dengan langkah-langkah digoreng atau dijadikan keripik, maka kamu mesti coba varian olahan belut yang tak kalah lezat dan dijamin menggugah selera makanmu. Penyuka belutpun tak perlu khawatir terhadap asam lemak dan kolesterolnya yang tinggi.

Berikut ini merupakan 7 olahan makanan yang berbahan dasar dari belut yang bisa menjadi list makanan favorit kamu selanjutnya.

1. Rendang Belut

Rendang merupakan jenis masakan yang memiliki cita rasa pedas yang pembuatannya menggunakan campuran dari berbagai bumbu dan rempah-rempah dan merupakan masakan tradisional Minangkabau. Umumnya rendang dibuat dari daging sapi, tapi belut ternyata bisa diolah juga menjadi rendang lho.

2. Sate belut

Lupakan sate ayam ataupun sate kambing, kamu perlu mencoba varian sate belut yang satu ini, tak kalah lezat deh dengan tekstur yang gurih dan juga dagingnya pun sangat empuk.

3. Spaghetti Belut

Siapa yang tak kenal dengan makanan spaghetti, olahan khas Italia tersebut, tapi pernah kah kamu mencoba spaghetti belut ? usaha spaghetti belut ini dimulai oleh seorang pengusaha makanan asal Yogyakarta yang membuat menu tersebut.

4. Sop belut

Penyuka masakan sop ? tapi sudah bosan dengan daging ayam ? kamu bisa menggunakan daging belut untuk mengganti daging ayam sebagai bahan pokok dari sop yang akan kamu buat.

5. Belut panggang

Cara memasak belut dengan cara dipanggang merupakan khas Jepang, hal ini merupakan cara yang dipercaya untuk mengurangi kadar kolesterol dari belut tersebut

6. Rujak belut

Bahan dasar rujak belut sama seperti pecel, gado-gado, yakni menggunakan sambal kacang, hanya saja tidak menggunakan lontong. Masakan ini merupakan makanan khas dari Cigedog, Jawa Barat.

7. Belut lada hitam

Lada hitam terkenal kaya akan manfaat untuk kesehatan, seperti membantu nutrisi tubuh lebih efisien dan antidepresan bagi tubuh. Kombinasi belut dan lada hitam akan menjadi masakan lezat dan menyehatkan.

8. Pepes belut

Pepes merupakan salah satu masakan asli Indonesia, dengan metode memasaknya menggunakan daun pisang. Campuran belimbing muda yang asam dan aroma khas dari daun pisang, membuat olahan belut yang satu ini dijamin menggugah selera makanmu.

9. Nugget belut

Ingin membuat nugget yang sehat, spesial dan enak, sebaiknya kamu mencoba nugget dengan bahan baku belut.

10. Rica-rica belut

Rica-rica merupakan hidangan masakan nusantara yang berasal dari Manado dan diminati banyak orang. Jika umumnya yang dimasak rica-rica adalah daging ayam, kamu perlu mencoba membuat rica-rica belut.

Manfaat Dari Belut

Belut termasuk makanan halal yang dapat dikonsumsi semua kalangan, termasuk muslim. Seperti ikan pada umumnya, belut juga mempunyai kandungan gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan zat protein didalam belut terbilang tinggi dan sangat bagus dikonsumsi oleh anak.

Kandungan zat besi mampu menghambat anemia, fosfor mendukung pertumbuhan tulang, takaran vitamin A dapat menopang pertumbuhan penglihatan, selanjutnya vitamin B yang tersedia didalam belut terhitung bagus untuk otak. Zat nutrisi lainnya yang tersedia di di dalam belut yakni karbohidrat, mineral, vitamin, kalsium dan fosfor.

Jenis Belut yang Dapat Dibudidayakan

Hampir semua belut dapat dibudidayakan, beberapa sumber mengenai cara budidaya belut menerangkan jikalau belut yang tengah dibudidayakan adalah belut yang baik. Berikut adalah belut hasil saran yang berasal dari para peternak belut yang dapat memperoleh hasil maksimal pada saat musim panennya.

1. Belut Sawah

Belut sawah adalah hewan sejenis ikan yang punyai wujud tubuh memanjang layaknya seperti ular. Belut sawah atau biasa disebut moa atau lindung adalah hewan yang mempunyai nilai ekologi dan juga nilai ekonomi tinggi. Hewan ini sangat mudah sekali beradaptasi pada lingkungan yang tidak cukup baik dan bisa jadi indikator pencemaran di suatu lingkungan.

Sesuai namanya, belut sawah ini hidup di area persawahan, sungai ataupun rawa. Makanan utamanya adalah cacing dan ikan kecil. Belut merupakan jenis hewan nokturnal atau hewan yang aktif hanya di malam hari saja.

Tubuhnya berwarna kecoklatan, licin dan tidak bersisik sehingga kamu akan kesulitan memegangnya. Karena punyai nilai ekonomiyang tinggi, belut umumnya dimanfaatkan dagingnya untuk diolah menjadi makanan yang juga berharga jual tinggi layaknya seperti keripik belut.

2. Belut Rawa (Synbrancus bengalensis)

Belut Rawa (Synbrancus Benglensis Mclell) adalah saah satu tipe belut yang banyak dikenal dan dijumpai di Indonesia. Berbeda jika dibandingkandenga belut sawah yang banyak dijumpai pada lokasi yang banyak lumpur layaknya di sawah-sawah dan diselokan kecil berlumpur, maka belut rawa adalah tipe belut yang banyak dijumpai di habitat yang banyak memiliki kandungan air, gambut dan hanya sedikit lumpur.

Dikarenakan ketinggian air rawa lebih tinggi dibandingkan di sawah, maka belut rawa punyai badan yang lebih panjang dibandingkan belut sawah. Perbandingan diameter dan panjang tubuh belut sawah adalah 1:30 jika dibandigkan belut sawah yang hanya 1:20, maka belut rawa akan nampak lebih ramping dibandingkan belut sawah yang memiliki ukuran diameter yang serupa.

Usia dewasa belut rawa juga lebih pajang jika dibandingkan dengan belut sawah, yaitu 4 sampai lima bulan. Hal itu dikarenakan, belut sawah menyesuaikan dirinya dengan habitatnya yang dapat mengalami kekeringan pada musim kemarau atau pun musim panen padi.

Sedangkan belut rawa tidak, kondisi lingkungan rawa yang airnya rata-rata senantiasa berlimpah. Karena habitat belut rawa lebih banyak di air daripada di lumpur, maka belut rawa lebih memungkinkan untuk dibudidayakan di air bening tanpa lumpur.

3. Belut Muara (Macrotema caligans)

Belut muara, dikenal juga sebagai belut laut, merupakan belut yang habitat hidupnya di muara. Bentuknya tidak berbeda dengan jenis belut lainnya. Namun, belut muara memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Warna kulit cokelat pucat
  • Panjang tubuh bisa mencapai 60 -70 cm ketika dewasa
  • Bobotnya bisa mencapai 250 – 400 gr/ekor
  • Habitat hidup di area muara atau tambak dekat laut
  • Gerakan lambat namun sangat kuat.
  • Bagian kepala seperti ujung terompet
  • Bentuk ekor seperti pedang
  • Bentuk mata lebih kecil dari sidat
  • Memiliki bau amis yang mencolok
  • Memiliki tekstur daging yang lebih kasar dari belut sawah
  • Memiliki rasa yang sangat enak dan gurih, serta sangat bergizi tinggi.

 

4. Belut Laut atau sidat (Anguilla)

Sidat adalah sejenis ikan yang menyerupai ular dan belut, umumnya sidat banyak hidup dilaut, akan tetapi ada pula sidat yang hidup diair tawar yaitu Anguilla sp. Ciri-ciri belut laut atau ikan sidat:

  • Bentuk tubuh panjang seperti belut namun lebih pipih
  • Memiliki 2 sirip di dekat kepala
  • Bentuk ekor lebar
  • Bentuk kepala seperti ular
  • Habitat hidup di air tawar (angguilla sp), sungai besar dan kali
  • Tekstur daging yang sangat lembut dibanding belut
  • Permukaan kulit sangat halus dibanding belut
  • Memiliki kemampuan hidup lebih tinggi dari belut
  • Tubuhnya sangat licin dan lembut
  • Bobot tubuh bisa mencapai 500 gr lebih/ekor