4.7K
Ada duri yang diam-diam menusuk-nusukmu, tapi kamu tak peduli, RulaWoman. Yang kamu tahu, kamu ingin bersama dia, meskipun hatimu begitu sakit.

Banyak orang yang terjebak dalam suatu lingkaran, yang sebenarnya sudah membuatnya muak dan menjalaninya dalam kepura-puraan. Namun, orang-orang tersebut enggan untuk beranjak pergi meninggalkan karena beberapa alasan, yang pada dasarnya ia takut yang akan terjadi di masa depan. Seperti seseorang yang terjebak dalam pekerjaan yang tidak ia sukai, tetapi ia tak berani mengambil risiko untuk keluar dan mencoba mencari pekerjaan baru. Seperti seseorang yang selalu tersenyum kepada pasangannya, yang sebenarnya ia sudah lelah berjalan bersama.

RulaWoman, sebagian kita pasti pernah berada dalam posisi tersebut, merasa jenuh dengan keadaan, tetapi tak pernah berani ambil langkah lebih jauh untuk pergi. Seperti kamu yang bertahan untuk terus bersama pasanganmu, namun sebenarnya kamu sudah lelah. Dengan berbagai alasan, kamu memilih bertahan.


Terlanjur sayang

Terlanjur Sayang - photo credit: pexels.com
photo credit: pexels.com

Alasan mendasar adalah ini. Kamu tidak berani mengambil keputusan untuk berpisah karena kamu sudah terlanjur sayang dengan pasanganmu. Terlebih lagi, bagi kamu yang sudah lama bersama. Sudah kenal lama. Akan semakin berat bagimu untuk melepasnya. Padahal, RulaWoman, terlanjur sayang itu belum tentu benar-benar sayang. Mungkin saja, karena kamu sudah terbiasa demikian, makanya kamu merasa terlanjur sayang. 



Malu mengakui keadaan

Malu Mengakui Keadaan - photo credit: pexels.com
photo credit: pexels.com

Kamu malu mengakui keadaan yang terjadi diantara kalian. Malu terhadap diri sendiri dan orang lain. Malu kepada diri sendiri karena ternyata kamu memilih bertahan dengan orang yang tidak tepat. Malu kepada orang lain karena kamu telah terlihat bersama dengannya selama bertahun-tahun. Kamu selalu berpikir, apa kata orang nantinya?

RulaWoman, seperti ketika kamu memilih bersama dia, kamu tak peduli dengan yang orang lain katakan. Maka, ketika kamu memutuskan untuk tidak lagi bersamanya, cobalah untuk tidak peduli juga.



Takut

Takut - photo credit: pexels.com
photo credit: pexels.com

Ketika tidak bersama dia lagi, kamu takut akan banyak hal. Takut kamu tidak bisa mengenyahkan perasaanmu kepadanya, takut kalau ternyata kamu masih mencintainya, kamu takut kalau seandainya nanti dia lebih cepat move on dan takut akan pertanyaan orang-orang di sekitarmu. RulaWoman, tak ada yang pasti di dunia ini, kecuali kematian. Kalau memang kamu merasa sudah tak ada lagi harapan dalam hubunganmu, kenapa harus takut? Sekarang atau esok, berpisah tetaplah menyakitkan.



Ketergantungan

Ketergantungan - photo credit: pexels.com
photo credit: pexels.com

Karena sekian lama bersama, kamu dan dia saling bergantungan. Di sini, kamu akan kesulitan melepaskan diri karena hal tersebut. Seperti dua orang yang sulit dipisahkan. Ada hal-hal yang sulit kamu lepas. Karena ketergantungan inilah, kamu merasa kalau kamu menyayanginya. Nyatanya, bukan cinta yang ada.



Tidak sadar

Tidak Sadar - photo credit: pexels.com
photo credit: pexels.com

Lebih buruk lagi, kamu tak sadar kalau hubunganmu tidak sehat. Kamu menjadi orang yang kodependen kepada pasanganmu, atau sebaliknya. Kamu tidak sadar ada cacat dalam hubungan kalian. 


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Banyak Perempuan Rela Bertahan dalam Hubungan yang Buruk. Cek Alasannya, Bisa Jadi Kamu adalah Salah Satunya!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Wulan Kenanga | @wulankenanga

Penulis Melankolis | Bloger | Pekerja Serabutan

www.wulansari.net

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar