604
Menjalani hubungan tanpa status memang bukan merupakan hal yang mudah. Saya sering kali harus memilah apa saja yang dapat saya lontarkan. Bagaimanapun, saya tak ingin dia menjauh dari saya sebelum semuanya benar-benar saya pahami.
"I believe that, I should never expect too much from anything that happened in my life. I don't want to be hurt more and more."

RulaWoman, kurang-lebih, hal itulah yang sedang saya rasakan. Sebut saja, kali ini saya sedang menjalani satu hubungan yang bahkan tidak saya ketahui apa namanya. Berteman dekat? Mungkin saja. Pada intinya, saya dekat dengan seseorang. Komunikasi antara saya dan dia terus berjalan meskipun tidak intens. Dia pun, dengan caranya sendiri telah membuat saya berbahagia. Akan tetapi, pada dasarnya, saya tidak pernah tahu apa hubungan saya dengannya. Saya tidak pernah bisa mendefinisikannya dengan benar. Singkat kata, saya merasa sedang menjalankan hubungan tanpa status. Iya, hubungan yang terus berjalan tanpa ada label di atasnya. Pada akhirnya, inilah 5 pertanyaan yang sering kali hinggap di kepala saya yang tak pernah tersampaikan untuk dirinya.

1. Why?

image credit: crystalinks

Tentunya, pertanyaan ini yang terus-menerus ada di kepala saya. Mengapa? Mengapa saya bisa dekat dengannya? Mengapa dia baik terhadap saya? Saya tahu, seharusnya saya bisa menanyakannya langsung kepada dirinya. Akan tetapi, saya menyadari bahwa saya belum sanggup untuk melakukannya. Pada akhirnya, saya takut akan jawaban yang tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Ironis, ya? Ketika saya selalu mengingatkan diri saya sendiri bahwa tidak seharusnya saya mengharapkan satu hal yang berlebihan, malah saya masih menyimpan harapan yang besar di benak saya.

2. Kamu Kemana?

image credit: glendalecherrycreek

Pertanyaan ini memang sederhana. Hanya merupakan pertanyaan untuk mengetahui apa saja yang dia lakukan seharian. Meskipun demikian, nyatanya saya tidak pernah menanyakan hal ini. Mengapa demikian? Karena saya merasa hal tersebut sudah melampaui batas aman. Saya tidak tahu sampai sejauh mana dia mengizinkan saya untuk mengetahui tentang dirinya. Saya tidak pernah tahu apakah saya punya hak untuk menanyakannya atau tidak. Yang pasti, saya tidak pernah bisa memaksa diri saya sendiri untuk tahu dia sedang melakukan apa.

3. Are you single?

image credit: tallguides

Pertanyaan lain yang nyatanya juga saya takutkan jawabannya. Saya tidak pernah mampu untuk menanyakannya. Belum. Saya takut untuk mengubur harapan saya dengan cepat. Saya masih ingin merasakan kenyamanan ketika dia memberikan perhatiannya pada saya--meskipun tidak sepenuhnya. Apakah saya akan terus berada dalam keadaan seperti ini? Bertanya-tanya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi? Tidak, RulaWoman. Saya tahu nanti saya akan menanyakan hal ini. Akan tetapi, saya tidak mampu untuk sekarang.

4. Are you attach with someone else or not?

image credit: freepik
"Apakah dia baik kepada saya saja? Ataukah dia memang baik kepada semua orang?"

Pertanyaan pesimis? Posesif? Hmm, memang demikian. Pada akhirnya, pertanyaan inilah yang ada di benak saya. Iya, saya tahu kok dia baik. Saya tahu dia selalu menghargai saya. Saya pun juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, jauh di dalam lubuk hati saya yang paling dalam, saya mempertanyakan, apakah dia hanya "terikat" dengan saya saja? Ataukah sebenarnya ada orang lain? Saya pun lagi-lagi, belum ingin mengetahui jawabannya.

5. The last question: "So, what are we?"

image credit: medicaldaily

Tentunya, pertanyaan terakhir inilah yang pasti dapat mengguyur segala keraguan yang tercipta di antara saya dan dia. Menanyakan kejelasan hubungan macam apa yang sedang saya dan dia jalani. Akan tetapi, tentunya RulaWoman dan saya punya pendapat yang sama, "Could I bear with his answer?"

RulaWoman, saya tahu bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kisah cintanya masing-masing. Bentuknya pun beragam. Ada yang sudah berpacaran dari lama, mengalami putus-nyambung dalam hubungan, diselingkuhi, atau bahkan sama seperti apa yang saya alami, hubungan tanpa status. Mau seperti apapun juga, memang hubungan ini melelahkan. Akan tetapi, tentunya RulaWoman setuju, di saat seperti ini, saya lebih memilih untuk menjalaninya terlebih dahulu. Terdengar masokis? Memang, RulaWoman. Saya tahu seharusnya saya tidak menyiksa diri lebih lama. Sayangnya, saya tidak bisa. Saya masih ingin merasakan sedikit kebahagiaan dari hubungan yang melelahkan ini. Satu hal yang pasti, saya tahu nantinya saya harus bertindak. Setidaknya, saya harus cukup berani untuk menanyakan pertanyaan nomor 5 kepada dirinya. Nanti.

BACA JUGA


Tentang Dylan, Lelaki yang Sangat Kucinta. Ini Kisahku untuk RulaWoman

Tentang Dylan, Lelaki yang Sangat Kucinta. Ini Kisahku untuk RulaWoman

Happy Valentine's Day, Dylan. Semoga cinta kita selalu seirama

Read more..

Jadi, RulaWoman, bagaimana kisah #LoveJournal-mu? Apakah terasa manis? Ataukah pahit?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hubungan Tanpa Status itu Melelahkan: RulaWoman, Inilah 5 Pertanyaan Tak Tersampaikan dari Saya untuk Dia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

The Sun and the Red Glow of the Dawn. Passionate on reading and writing. Grateful for everything that happened in my life.

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar