1.9K
RulaWoman nggak perlu baper jika belum mendapat jodoh di usia muda. #RelationshipGoal yang benar itu adalah: pernikahan awet sampai tua

Beberapa minggu terakhir, netizen dihebohkan dengan menikahnya putra sulung Ust Arifin Ilham, Alvin (17 Tahun), dengan Larissa (20 tahun). Pernikahan keduanya ramai diperbincangkan tak hanya karena usia Alvin yang dinilai terlalu muda, namun juga karena Alvin sebelumnya menang debat dengan Larissa yang non-muslim dan menjadikan Larissa (serta ayah dan neneknya) menganut Islam.

photo credit: bintang

Banyak kaum muda yang kemudian iri dan ingin seperti Alvin-Larissa. Mereka menjadikan nikah muda sebagai #RelationshipGoal. Padahal, Alvin sendiri mengatakan bahwa nikah muda bukan untuk semua orang. So, RulaWoman nggak perlu baper jika belum mendapat jodoh di usia muda. #RelationshipGoal yang benar itu adalah: pernikahan awet sampai tua.

Daripada sibuk galau memikirkan kapan menikah, lebih baik perbaiki kualitas diri agar nanti dipertemukan dengan jodoh yang bersedia menua bersama kita.

Apa saja sih kualitas yang RulaWoman harus punya?


Siap Menerima Kekurangan Pasangan

Menerima kelebihan seseorang, tentu sangat mudah. Menerima kekurangan? Tidak semua orang bisa. Karenanya, kenalilah seseorang secara dalam dan pastikan kita mampu menerima kekurangannya sebelum memutuskan menikah dengannya.

Wanita seringkali punya harapan tinggi tentang pasangan yang ideal baginya. Sayangnya, tak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan diri kita sendiri. Kemampuan menerima kekurangan pasangan sangat penting untuk menjaga pernikahan tetap harmonis dan minim drama.


Tidak Perlu Takut Mengungkapkan Perasaan, Bersikaplah Asertif

Asertif artinya berani mengkomunikasikan perasaan tanpa takut menyakiti atau menyinggung lawan bicara. Bahkan jika RulaWoman merasa memiliki sifat pendiam dan pemalu, bukan berarti tak bisa bersikap asertif.

Dengan terbuka mengenai perasaan dan berani mengemukakan pendapat, kita akan lebih sedikit mengalami miskomunikasi dan mispersepsi. Dengan saling mengetahui apa yang kita dan pasangan mau, bukankah akan lebih mudah mencapai tujuan bersama?

Memendam kekecewaan dan kekesalan sendirian, apalagi dalam jangka waktu lama, bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan segalanya. Jadi, biasakan selalu jujur dan terbuka ya RulaWoman!


Meski Kadang Tidak Mudah, Bersikaplah Supportive Pada Pasangan

Pria selalu butuh dukungan. Bahkan saat hati kecil kita kurang sependapat dengan apa yang ia lakukan. Cukup yakinkan diri kita sendiri bahwa ia pasti akan melakukan yang terbaik untuk keluarganya dan dukung dia.

Bentuk dukungannya sebenarnya cukup sederhana. Dengan selalu mendoakannya dan tidak terus menerus kontra dengan apapun keputusannya. Jika kita bisa membantu pekerjaannya, itu sangat baik. Jika tidak, jangan tambah beban pikirannya.


Menghargai Pasangan dengan Sesering Memberikan Apresiasi

Sumber: reductress

Menghargai pasangan bisa dilakukan dengan sering mengucapkan terima kasih pada apapun, meski hal kecil, yang dilakukan pasangan untuk menyenangkan hati kita.

Ucapkan terimakasih saat ia memberi nafkah, saat ia mengantarkan kita berbelanja, saat ia membelikan makanan, saat ia membantu pekerjaan rumah tangga, bahkan saat ia menelepon di tengah jam kerjanya. Ya, kita perlu berterimakasih atas perhatian-perhatian kecilnya. Ia kan merasa dihargai dan tak bosan melakukan hal yang sama.


Masalah Akan Selalu Ada, Namun Bukan untuk Dibesar-Besarkan

Sumber: vemale

Tak ada rumah tangga yang tidak memiliki masalah. Penting bagi kita untuk berusaha sungguh-sungguh mengatasi masalah-masalah besar, dan tidak membesar-besarkan masalah kecil. Mengapa? Karena selain akan menguras energi, membesarkan masalah justru memicu timbulnya masalah baru, selain itu juga akan memicu pasangan atau bahkan kita sendiri untuk meragukan hubungan yang sedang dijalani.


Fokus Memperbaiki, Bukan Melarikan Diri

Saat hubungan pacaran menemui konflik, kita bisa putus kemudian balikan lagi. Namun dalam pernikahan, tidak bisa seperti itu. Perpisahan harus jadi pilihan terakhir. Apapun masalah yang dihadapi, harus dihadapi bersama. Itulah mengapa sangat penting memilih pasangan yang dewasa dan fokus menyelesaikan masalah, bukan lari dari masalah.


Bagaimana RulaWoman? Sudahkah memiliki kualitas-kualitas di atas? Jika ya, tak usah galau lagi soal nikah muda. Jadikan ‘Awet Hingga Tua’ jadi #RelationshipGoal mu, dan temukan pasangan yang bercita-cita menua bersamamu.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Relationship Goals Tidak Terletak Pada Nikah Muda, Tapi Bagaimana Bisa Awet Sampai Tua". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Isnia Nuruldita | @alaniadita

Human Capital Enthusiast | Compensation & Benefit I Volounteer Of #OneDayFunDoingFun | Writing on www.alaniadita.com |

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar