241
Pink for women, really?

RulaWoman, kamu pernah bertanya-tanya tidak sih kenapa perempuan itu identik dengan warna pink? Dari hal mendasar, seperti pernak pernik barang-barang bayi yang didominasi warna pink untuk bayi perempuan dan biru untuk laki-laki. Hal tersebut seperti menjadi budaya, sehingga produk-produk untuk perempuan pun selalu didominasi warna pink. Mulai dari baju hingga packaging kosmetik. Padahal warna pink sendiri kalau ditelusuri, tidak hanya hubungannya dengan hal-hal yang berbau perempuan. Warna pink sebenarnya adalah warna yang general. Lalu kenapa ya warna pink menjelma menjadi warna yang diidentikkan dengan perempuan? Ternyata ada sejarahnya loh RulaWoman, dan sejarahnya itu panjang. Simak ya!


Sejarah Awal

photo credit: muvye

Nah awalnya tidak ada simbolisasi warna untuk perempuan dan laki-laki. Dulunya, setiap bayi perempuan dan laki-laki akan memakai baju berwarna putih dan aksesoris berwarna netral lainnya. Hingga kemudian sekitar pertengahan abad ke 19, warna pastel mulai diperkenalkan. Nah dengan maraknya warna pastel ini, mulailah muncul warna-warna soft semacam pink dan biru muda. Mulai dari sinilah warna pink dan biru digunakan untuk ‘melabeli’ laki-laki dan perempuan.


Dulunya, Pink is Men

photo credit: cool mom picks

Nah setelah masa warna pastel, warna pink mulai digunakan untuk laki-laki. Sebab warna pink dinilai lebih memiliki karakter kuat karena berasal dari campuran warna merah dan putih. Hal tersebut dinilai lebih menggambarkan sifat laki-laki dibandingkan warna biru yang cenderung kalem. Hal tersebut menjadi trend pada tahun 1918 di negara-negara besar Amerika. Saat itu, hal yang menjadi trend di negara-negara besar akan menyebar pula di negara-negara kecil. Sehingga trend tersebut meluas, dibantu oleh adanya aktivitas perdagangan.


Revolusi Pink is Women

photo credit: madison

Revolusi ini terjadi setelah perang dunia kedua, atau sekitar tahun 1940-an. Hal tersebut dimulai ketika beberapa produsen fashion seperti Rosie The Riveter dan desainer Christian Dior, memperkenalkan produk-produk perempuan bernuansa pink. Seperti, Rosie The Riveter mengeluarkan apron bunga-bunga berwarna pink untuk kerja perempuan di dapur. Kemudian Christian Dior juga mengatakan,

Women is like a ton of soft, flowing, feminine pink

Hal tersebut kemudian menjadi trend dan mulailah penggunaan warna pink untuk perempuan. Penggunaan warna pink untuk perempuan makin meluas pada tahun 1980-an berkat aktivitas perdagangan yang terjadi. Produsen pakaian mulai memperkenalkan produk-produk bayi berwarna pink dan biru. Hal tersebut berkembang sampai sekarang, dimana warna pink identik untuk perempuan dan warna biru identik untuk laki-laki.


Arti Warna Pink yang Sebenarnya

photo credit: bourn creative

Sebenarnya, warna pink tidak ada hubungannya dengan sifat perempuan sama sekali. Selama ini, karena kebiasaan, warna pink dianggap sebagai warna yang feminin. Padahal sifat feminin itu tidak bergantung pada warna. Warna pink justru kadang digunakan untuk menggambarkan gairah. Sebab warna pink bersumber dari warna merah dan putih, yang menggambarkan keseimbangan antara gairah dan kepolosan.



Nah itu dia RulaWoman sejarah warna pink untuk perempuan. Bisa disimpulkan nih kalau sebenarnya simbolisasi dengan warna-warna itu hanya sebatas budaya saja. Jadi sah-sah saja ya kalau laki-laki pakai pink dan kamu pakai biru. It just color anyway.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "RulaWoman, Kamu Penasaran Nggak Sih Kenapa Perempuan Identik dengan Warna Pink? Ternyata Sejarahnya Panjang Loh!". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


qurrotu ainiputri | @ainiputri

Bagaimana menurutmu?

Silahkan login untuk memberi komentar